Pengaruh Kombinasi Contract Relax dan Hold Relax Terhadap Penurunan Nyeri Spasme Otot Gastrocnemius pada Pemetik Teh

The Effect Of Combination Of Contract Relax And Hold Relax On The Reducing Gastrocnemius Muscle Spasm Pain In Tea Picker

  • Elsa Annisa Jannah Universitas Muhammadiyah Malang
  • Safun Rahmanto Universitas Muhammadiyah Malang
  • Zidni Imanurrohmah Lubis Universitas Muhammadiyah Malang
Keywords: Contract relax, hold relax, nyeri spasme, otot gastrocnemius, pemetik teh

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas kerja pemetik teh banyak melibatkan posisi berdiri yang memerlukan kontraksi pada otot tungkai bawah untuk mempertahankan posisi tubuh. Aktivitas tersebut dilakukan hampir setiap hari sehingga dapat memicu timbulnya keluhan musculoskeletal berupa kondisi nyeri spasme otot gastrocnemius yang berdampak pada produktivitas kerja pemetik teh. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi contract relax dan hold relax terhadap penurunan nyeri spasme otot gastrocnemius pada pemetik teh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre-experimental design (one group pre-test and post-test) dengan melibatkan sebanyak 25 sampel pemetik teh. Penelitian ini menggunakan Numerical Rating Scale sebagai instrumen skala nyeri. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu dengan 3 kali latihan dalam seminggu. Hasil Penelitian: Hasil uji normalitas diperoleh bahwa data tidak terdistribusi normal dengan nilai 0.004 dan 0.045 (p<0.05). Sementara hasil Wilcoxon test menunjukkan nilai sebesar 0.000 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh kombinasi contract relax dan hold relax terhadap penurunan nyeri spasme otot gastrocnemius pada pekerja pemetik teh di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggrianti, S. M., Kurniawan, B., & Widjasena, B. (2017). Hubungan Antara Postur Kerja Berdiri dengan Keluhan Nyeri Kaki pada Pekerja Aktivitas Mekanik Section Welding di PT. X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 369–377.
Atmadja, A. S. (2016). Sindrom Nyeri Myofasial. Cermin Dunia Kedokteran, 43(3), 176–179.
Bahrudin, M. (2017). Patofisiologi Nyeri (Pain). Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Keluarga, 13(1), 7–13. https://doi.org/10.22219/sm.v13i1.5449.
Biazus, M., Moretto, C. F., & Pasqualotti, A. (2017). Relationship between Musculoskeletal Pain Complaints and Family Agriculture Work. Revista Dor, 18(3), 232–237. https://doi.org/10.5935/1806-0013.20170107.
Brockett, C. L., & Chapman, G. J. (2016). Biomechanics of the Ankle. Orthopaedics and Trauma, 30(3), 232–238. https://doi.org/10.1016/j.mporth.2016.04.015.
Hendrawan, A., & Lestari, N. (2017). Pijat Es dan Penguluran Metode Fasilitasi Propioceptif Neuromuskuar dalam Mengurangi Derajat Nyeri pada Nyeri Punggung Bawah Miogenik. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 10(1), 61–66.
Ihsan, M., & Anshar. (2019). Beda Pengaruh Pemberian Contrax Relax dan Hold Relax Terhadap Penurunan Nyeri Akibat Syndrome Piriformis di RSUD Arifin Nu’Mang Sidenreng Rappang. Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar, 11(2), 31–38. https://doi.org/10.32382/mf.v12i1.1590.
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Khasanah, M. (2019). Perbedaan Pengaruh Contract Relax dan Myofascial Decompression Terhadap Peningkatan ROM Cervical Kasus Myofascial Pain Syndrom Upper Trapezius pada Remaja Akhir. Universitas Muhammadiyah Malang.
Kisner, Carolyn., & Colby, Lynn Allen. (2017). Terapi Latihan: Dasar dan Teknik (6th ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Koesyanto, H. (2013). Masa Kerja dan Sikap Kerja Duduk Terhadap Nyeri Punggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 9–14.
Kurnianto, D. (2015). Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut. Jurnal Olahraga Prestasi, 11(2), 19–30. https://doi.org/10.21831/jorpres.v11i2.5725.
Megasari, P. S. K., Andayani, N. L. N., Purnawati, S., & Wiryanthini, I. A. D. (2018). Intervensi Contract Relax Hamstring dan Hold Relax Quadriceps Lebih Baik Dibanding Contract Relax Hamstring dan Isotonic Exercise Quadriceps dalam Meningkatkan Fleksibilitas Hamstring pada Ibu-Ibu PKK di Banjar Jambe Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 6(1), 46–49.
Paramurthi, I. A. P., Adiputra, L. M. I. S. H., Imron, M. A., Wihandani, D. M., Muliarta, M., & Sugijanto. (2018). Kombinasi Latihan Hold Relax dan Auto Myofascial Release Technique Lebih Menurunkan Nyeri Otot Betis daripada Latihan Hold Relax dan Auto Stretching Pada Karyawan Sales Promotion Girls (Spg) di Lippo Mall Kuta Bali. Sport and Fitness Journal, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.24843/spj.2018.v06.i02.p01
Pratiwi, Y. S., Lesmana, R., Setiawan, S., & Purba, A. (2019). Tinjauan Pustaka: Autophagy dan Sarkopenia. Syifa’ MEDIKA: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 10(1), 30–45. https://doi.org/10.32502/sm.v10i1.1781.
Prianthara, I. M. D., Suparwati, K. T. A., & Suadnyana, I. A. A. (2019). Perbedaan Efektivitas Myofascial Release Technique dengan Contract Relax Stretching pada Terapi Konvensional dalam Menurunkan Disabilitas Cervical pada Text Neck Syndrome. Bali Health Journal, 3(2), 44–51.
Raja, S. N., Carr, D. B., Cohen, M., Finnerup, N. B., Flor, H., Gibson, S., Keefe, F. J., Mogil, J. S., Ringkamp, M., Sluka, K. A., Song, X., Stevens, B., Sullivan, M. D., Tutelman, P. R., Ushida, T., & Vader, K. (2020). The revised International Association for the Study of Pain Definition of Pain : Concepts, Challenges, and Compromises. Pain Journal, 00(00), 1–7. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1097/j.pain.0000000000001939.
Santoso, N., & Gessal, J. (2014). Efek Terapi Spray and Stretch Terhadap Nyeri pada Sindrom Nyeri Miofasial Otot Trapesius Atas. JBM: Jurnal Biomedik, 6(1), 30–36. https://doi.org/https://doi.org/10.35790/jbm.6.1.2014.4160.
Siahaan, Y. M. T. (2018). Nyeri (1st ed.). Tangerang: FK Press Universitas Pelita Harapan.
Simanungkalit, J. N., & Sitepu, Y. R. B. (2020). Bahaya Ergonomi dan Gangguan Muskuloskletal pada Petani Kebun Teh. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(4), 483–494. https://doi.org/https://doi.org/10.37287/jppp.v2i4.196.
Swieboda, P., Filip, R., Prystupa, A., & Drozd, M. (2013). Assessment of Pain: Types, Mechanism, and Treatment. AAEM: Annals of Agricultural and Environmental Medicine, 1(1), 2–7.
Tedla, J. S., & Sangadala, D. R. (2019). Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Techniques in Adhesive Capsulitis: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Musculoskeletal Neuronal Interactions, 19(4), 482–491.
U.S. Bureau of Labor Statistics. (2020). Employer-Reported Workplace Injuries and Illnesses, 2019. United State of America: U.S. Bureau of Labor Statistics.
Wahyono, Y., & Utomo, B. (2016). Efek Pemberian Latihan Hold Relax dan Penguluran Pasif Otot Kuadrisep Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Fleksi Sendi Lutut dan Penurunan Nyeri pada Pasien Pasca Orif Karena Fraktur Femur 1/3 Bawah dan Tibia 1/3 Atas. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 52–57. https://doi.org/10.37341/interest.v5i1.19.
Wiguna, P. A. A., Muliarta, I. M., Wibawa, A., & Adiputra, L. M. I. S. handari. (2016). Intervensi Contract Relax Stretching Direct Lebih Baik dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring Dibandingkan dengan Intervensi Contract Relax Stretching Indirect pada Mahasiswa Program Studi Fisioterapi. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 2(1), 40–44. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/MIFI.2016.v04.i02.p07.
Wirayani, N. K. M., Widnyana, M., Wahyuni, N., & Sugiritama, I. W. (2020). Hubungan antara Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Terjadinya Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius pada Penjahit Garmen di Batubulan Gianyar. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 8(1), 58–63. https://doi.org/10.24843/mifi.2020.v08.i01.p07.
Published
2022-07-04
How to Cite
Jannah, E., Rahmanto, S., & Lubis, Z. (2022). Pengaruh Kombinasi Contract Relax dan Hold Relax Terhadap Penurunan Nyeri Spasme Otot Gastrocnemius pada Pemetik Teh. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 6(2), 151-160. https://doi.org/https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v6i2.190
##“article.abstract”## viewed = 108 times
PDF downloaded = 64 times